Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Kesiapan Aktivitas di Luar Rumah

Dr. Icha

InfoBogorTimur.COM, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) adalah istilah yang digunakan pemprov Jawa Barat untuk menggantikan A New Normal. AKB adalah masa dimana Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) mulai berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas berdasarkan warna zona wilayah tempat tinggal. Bodetabek sendiri termasuk ke dalam zona kuning (level 3), yakni wilayah dengan pembatasan jumlah karyawan dan pengunjung sebesar 50%. Fakta ini menunjukan bahwa msyarakat di Bodetabek akan mulai melakukan aktifitas diluar rumah walau dengan pematasan.

AKB membuat masyarakat akan terpapar keramaian sehingga meningkatkan resiko terpapar covid-19. Masyarakat yang awalnya merasa aman dengan Work From Home (WFH) dan PSBB mulai merasa cemas dan takut memulai hidup di masa AKB. Oleh sebab itu persiapan yang tepat harus dilakukan sebelum melakukan aktifitas di luar rumah. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan pada masa AKB :

1. Pastikan badan dalam keadaan sehat sebelum keluar rumah
Makan makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, olahraga 30 menit/hari, dan berpikir positif merupakan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membuat badan tetap sehat. Konsumsi vitamin C juga menjadi tambahan yang signifikan. Jika merasa badan tidak sehat, maka sebaiknya jangan keluar rumah.

2. Siapkan life saver starter kit
Life saver starter kit adalah suatu perlengkapan yang terdiri dari tissue basah, tissue kering, masker kain cadangan dan hand sanitizer yang dimasukkan ke dalam pouch atau tas kecil dan bisa dibawa kemanapun dan kapanpun.

3. Bawa alat sholat, alat makan, dan pakaian ganti
Penggunaan alat sholat dan alat makan bersama bisa menjadi media transmisi covid-19. Sedangkan pakian ganti digunakan setelah menaiki angkutan umum sebelum kembali kerumah. Mengingat covid-19 bisa menempel dalam waktu lama di pakaian.

4. Wajib memakai masker diluar rumah
Gunakan masker dengan menutup mulut dan seluruh hidung. Jangan melepaskan masker dimanapun kecuali hendak makan atau beribadah. Masker tetap harus digunakan didalam ruangan kantor. Sebaiknya gunakan masker kain yang nyaman, tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar.

5. Saat menggunakan angkutan umum :
a.Tetap jaga jarak
b.Gunakan pembayaran non tunai
c.Minimalisisr menyentuh fasilitas bersama. Jika terpaksa, desinfeksi bagian yang akan disentuh dengan hand saitizer dan kembali desinfeksi setelah menyentuhnya
d.Gunakan helm sendiri jika harus menggunakan ojek online

6. Saat tiba dikantor :
a.Segera cuci tangan dengan sabun
b.Gunakan siku untuk menekan lift
c.Desinfeksi meja dan area kerja dengan menggunakan tissue dan hand sanitizer
d.Tidak berkerumun dan tetap jaga jarak
e.Kurangi menyentuh fasilitas bersama
f.Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk
g.Biasakan tidak melepas masker kecuali saat makan dan beribadah
h.Biasakan tidak berjabat tangan

7. Saat tiba dirumah :
a.Jangan menyentuh siapapun dan apapun sebelum membersihkan diri (mandi)
b.Langsung cuci seluruh pakaian dan masker kain dengan menggunakan detergen
c.Semprot dengan desinfektan dan robek masker sekali pakai sebelum dibuang
d.Bersihkan seluruh perlataan yang dibawa keluar rumah (tas, dompet, handphone, kacamata, dll) dengan menggunakan desinfektan.

AKB adalah kebiasaan-kebiasaan baru memacu protokol kesehatan yang harus diterapkan ketika masyarakat kembali hidup dengan normal. Kehidupan memang akan kembali normal, kembali kekantor, kembali ketempat keramaian, kembali berinteraksi dengan banyak orang. Namun keadaan ini tidak sama dengan sebelum pandemic covid-19. Kehidupan normal sekarang adalah kehidupan berdampingan dengan covid-19 sehingga AKB benar-benar harus diterapkan jika tidak ingin tejadi lonjakan kasus satau gelombang kedua dimasa pandemic ini.

Walaupun masyarakat sudah diizinkan beraktifitas diluar rumah dengan pembatasan, namun tetap jaga jarak dan hindari kerumunan adalah suatu kewajiban. Penggunaan masker dan cuci tangan sesering mungkin masih menjadi perlindungan utama. Jangan tergiur dengan sale-sale yang akan menjadi upaya para pengusaha untuk kembali menarik minat masyarakat hingga terjadi kerumunan disatu tempat. Jangam terhasut untuk bercengrama secara dekat dan berghibah. Mari kembali hidup normal dengan tetap melindungi diri sendiri dan keluarga terkasih.
(dr. Icha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Membangun Peradaban dan Akhlak di Tengah Pandemi

InfoBogorTimur.COM, Tidak ada yang memprediksi akan terjadi suatu hal yang mengakibatkan perubahan secara drastis yang ...