Berbagi di Segala Kondisi

Oleh ustadz Robi Maulana Saifullah

ustadz Robi Maulana Saifullah. Foto: Dok. Pribadi

InfoBogorTimur.COM, Terkadang sedekah boleh dipamerkan atau dipublikasikan. Apalagi untuk kondisi pandemi seperti sekarang yang serba sulit, semua terdampak, semua terkena efeknya. Hal ini untuk mendorong orang-orang yang lebih mampu untuk dapat mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Sebab jika yang kurang mampu saja mau bersedekah, maka yang mampu harus malu.

Allah Ta’ala berfirman:

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ

“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka hal itu lebih baik bagimu…” [QS. Al-Baqarah: 271]

Bersedekah pun tidak perlu menunggu kaya, justru bersedekah di saat sempit pun ada keutamaan lain yang disebutkan dalam hadits.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ »

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat dan berat mengeluarkannya, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata/­berangan-angan, “(andai) Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan (andai) harta itu sudah menjadi hak si fulan.” [Muttafaqun ‘alaih]

Bersedekahlah maka engkau akan kaya. Utamanya kaya hati. Terjauh dari penyakit hati seperti bakhil, egois, dan cinta dunia. Orang yang bersedekah juga bukan selalu menunjukkan dia kaya, tetapi barangkali ia menyadari bagaimana susahnya ketika tak punya apa-apa. Setiap kali engkau keluarkan sesuatu di jalan Allah, maka Allah akan balas dengan yang lebih baik, yakinlah itu!

Namun, jangan lupa utamakan sedekah pada orang terdekat dulu seperti orang tua/keluarga, saudara, tetangga dekat yang kesulitan, baru orang lain yang jauh dari kita.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab:

أَجْمَعَتْ الْأُمَّةُ عَلَى أَنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْأَقَارِبِ أَفْضَلُ مِنْ الْأَجَانِبِ وَالْأَحَادِيثُ فِي الْمَسْأَلَةِ كَثِيرَةٌ مَشْهُورَةٌ.

“Ulama sepakat bahwa sedekah kepada sanak kerabat lebih utama daripada sedekah kepada orang lain. Hadits-hadits yang menyebutkan hal tersebut sangat banyak dan terkenal.” [Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab, juz 6, hal. 238]

Mudah-mudahan dengan sebab bersedekah, kita dijauhkan dari berbagai keburukan di dunia dan akhirat, termasuk keburukan dari wabah ini. Sebab ada riwayat terlepas dari kuat dan lemahnya riwayat tersebut, yang menunjukkan bahwa sedekah bisa menolak musibah atau bala. Hal itu juga banyak terjadi berdasarkan pengalaman. Tentu selain bersedekah kita pun harus terus beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Semoga pandemi ini cepat berlalu. Selalu ada hikmah pada setiap musibah. Allahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Membangun Peradaban dan Akhlak di Tengah Pandemi

InfoBogorTimur.COM, Tidak ada yang memprediksi akan terjadi suatu hal yang mengakibatkan perubahan secara drastis yang ...