Ke Dokter Gigi saat Pandemi Covid-19, Datangi atau Enggak ya?

Foto: @mbiesap koleksi pribadi.

InfoBogorTimur.COM, Sahabat Botimers, Pernah mendengar lirik lagi terkenal dari Meggy Z ( bagi generasi Z atau alpha tinggal googling saja ya J ), karena generasi-generasi ayahmu pasti mafhum sekali nada dan cengkoknya :

“ Daripada sakit hati, Lebih baik sakit gigi ini, biar tak mengapa “.

Maaf sekali, walaupun mimin adalah fans garis keras dan underground tanpa batas, kali ini tak sepakat dengan ini.  Karena nyatanya sakit hati bisa move on dan terobati seiring waktu, sakit gigi kita bisa uring-uringan, tak bisa makan hingga tak bisa fokus kerja atau beraktivitas lainnya hingga bisa menyebabkan kematian, apabila tidak teratasi dengan baik.

“Di saat Pandemi ini, tak hanya dokter saja yang head to head langsung dengan suspect atau pasien positif covid-19, tapi profesi dokter gigi juga punya risiko lebih tinggi karena berinteraksi langsung dengan pasien, terutama untuk tindakan yang memicu timbulnya aerosol atau cairan seperti scalling ( pembersihan karang gigi), penambalan dengan tindakan pengeboran dan pencabutan gigi. Virus corona menular melalui percikan cairan tubuh penderita yang salah satunya keluar melalui mulut. “ Ujar Hanifah Nuraini, salah satu dokter gigi di sebuah Rumah sakit dan Klinik Swasta.

Menurutnya, jika tindakan darurat terjadi pun, dokter gigi mesti dibekali oleh Alat Pelindung Diri level 3, yang mencover tubuh dari ujung kepala hingga kaki, seperti Kacamata google atau shield pelindung muka, Hair cap/nurse cap, Masker N-95, Sarung tangan bedah karet sekali pakai , Pakaian yang tidak menyerap air ( Gown all cover dan Apron), Boot atau shoes cover disposibel. Hal ini merujuk pada rekomendasi standar berdasarkan tim Gugus Tugas Covid-19, pun hal ini diaamiinkan langsung dengan aturan khusus dari Persatuan Dokter Gigi Seluruh Indonesia khusus untuk pandemi Covid-19.

Terus bagaimana jika Anda sakit gigi?

Jangan khawatir, anda masih tetap bisa ke klinik dokter gigi, namun perlu memenuhi beberapa syarat yaitu:  termasuk kepada kondisi darurat seperi  nyeri yang tak tertahankan, gusi bengkak akibat infeksi, pendarahan yang tidak terkontrol, dan trauma pada gigi serta tulang wajah akibat kecelakaan. Karena nantinya dokter gigi akan memeriksa keluhan anda dengan tindakan minimal tanpa menimbulkan aerosol atau cairan. Setelah diperiksa, kemudian akan muncul diagnosa untuk menentukan tindakan serta resep sesuai dengan kondisi pasien.Hikmahnya ke dokter gigi saat pandemi ini adalah untuk memastikan dan berkonsultasi sehingga kita bisa minum obat sesuai dengan gejala masing-masing serta dosis yang tepat.

Oh iya, “ emang pada buka ya klinik dokter giginnya ? “

“Saat awal pandemi, ada himbauan untuk operasional terbatas, tetapi di beberapa tempat tidak membuka layanan, karena semua tempat belum tentu bisa menyediakan APD sesuai standar hingga kondisi pandemi berangsur pulih “, ujarnya mengakhiri saat Redaksi InfoBogortimur berkunjung ke klinik.

Jadi,

Kamu ada di pihak mimin atau di pihak Meggy Z?

Silahkan tentukan sendiri, karena syarat dan ketentuan bisa saja berbeda  ( Infobotim – Mbiesap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*