Kecamatan Tanjungsari Masuk Zona Hijau, Perhatikan Sektor yang Dibuka

Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor

InfoBogorTimur.COM, Masuk pada transisi New Normal kali ini Kecamatan Tanjungsari Bogor masuk pada wilayah Zona hijau virus corona di Kabupaten Bogor per tanggal 5 Mei 2020 tersisa dua kecamatan dari total 40 kecamatan.

Dua kecamatan yang bebas dari kasus positif corona maupun Pasien Dapam Pengawasan (PDP) corona ini adalah Kecamatan Tenjo dan Tanjungsari.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan bahwa memang di 2 kecamatan tersebut masih aman, karena tidak terlalu ramai dilintasi pengendara antar daerah.

“Karena di sana itu bukan perlintasan seperti Cibinong yang merupakan perlintasan Jakarta,” kata Ade Yasin.

Kedua kecamatan ini, kata dia, berdekatan dengan daerah lain seperti Cianjur dan Banten. Meski begitu, akses jalan yang ada bukanlah jalan yang ramai dilintasi pengendara.

Jika merujuk imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ia mengatakan, new normal dapat dilaksanakan di suatu wilayah apabila kondisi pandemi di wilayah tersebut telah terkendali. Dalam hal ini, indikator kesehatan yang digunakan yakni kurva pertumbuhan kasus baru yang terus melandai.

Adapun sejumlah indikator kesehatan untuk menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan aktivitas ekonomi yang produktif dan aman dari virus corona.

Dikutip sebelumnya oleh liputan6.com. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo memberikan arahan kepada para bupati dan wali kota, agar proses pengambilan keputusan pada tiap wilayah dalam melaksanakan Aktivitas Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dapat melalui FORKOPIMDA dan Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD), serta melibatkan segenap komponen ‘pentaheliks’ yang meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media massa.

“Agar proses pengambilan keputusan harus melalui FORKOPIMDA dengan melibatkan segenap komponen masyarakat, termasuk pakar kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, atau budayawan, tokoh masyarakat, pakar di bidang ekonomi kerakyatan, tokoh pers di daerah, dunia usaha, dan tentunya DPRD, melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas,” tegas Doni.

Dalam proses tersebut, Doni berharap agar para bupati/wali kota dapat melakukan konsultasi dan koordinasi yang ketat dengan pemerintah provinsi, khususnya kepada para Gubernur.

Proses pengambilan keputusan tersebut juga harus melalui tahapan prakondisi, yaitu edukasi, sosialisasi, kepada masyarakat, dan juga simulasi sesuai dengan sektor atau bidang yang akan dibuka.

Adapun sektor yang dimaskud adalah seperti pembukaan rumah ibadah masjid, gereja, pura, vihara. Selain itu juga pasar atau pertokoan, transportasi umum, hotel, penginapan, dan restoran, perkantoran, dan bidang-bidang lain, yang dianggap penting, namun aman dari ancaman Covid-19.

“Tahapan-tahapan sosialisasi tersebut, tentunya harus bisa dipahami, dimengerti, dan juga dipatuhi oleh masyarakat. Intinya, keberhasilan masyarakat produktif dan aman Covid-19 sangat tergantung,” jelas Doni.

“Saya ulangi sekali lagi, sangat tergantung kepada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif, dalam mematuhi protokol kesehatan, antara lain, wajib pakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, senantiasa melaksanakan olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, dan juga tidak boleh panik, serta upaya akan selalu dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi,” pungkasnya. (/HG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*