Membangun Peradaban dan Akhlak di Tengah Pandemi

Ust.Indra Saepurahman. Foto: Pribadi

InfoBogorTimur.COM, Tidak ada yang memprediksi akan terjadi suatu hal yang mengakibatkan perubahan secara drastis yang diakibatkan oleh salah satu virus yang berawal pada akhir tahun 2019. Covid-19 adalah salah satu makhluk Allah subhanahu wata’ala yang viral pada tahun 2020 ini, pengaruhnya cukup besar bagi seluruh umat manusia di muka bumi, perubahan secara drastis tak hanya dialami pada sektor ekonomi saja, akan tetapi sektor agamapun terdampak sangat besar

Kita sebagai umat islam yang memiliki keyakinan dan pondasi akidah, meyakini dengan sepenuh hati bahwasannya setiap kejadian apapun yang kita hadapi, semua sudah diatur oleh Allah, keyakinan inipun menjadi syarat sahnya seseorang mendapatkan gelar predikat mukmin, karena dari salah satu rukun iman adalah percaya dan meyakini sepenuh hati atas Qadha dan Qodarnya Allah subhanahu wata’ala

Dalam surat al-Mulk ayat 2 Allah ta’alaa berfirman:

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

“Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian -wahai manusia- siapa di antara kalian yang paling baik amalnya. Dia Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang bisa mengalahkan-Nya, Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat kepada-Nya”

Dari ayat ini, kita menyadari dan meyakini bahwasannya terdapat hikmah dari setiap kejadian dan musibah yang kita hadapi, karena pada hakikatnya semua proses kehidupan itu Allah hadirkan untuk kita, agar Allah melihat siapa diantara kita yang memiliki kesabaran yang besar dan juga akhlak yang luhur yang akan menjelma menjadi amal sholih

Ada satu hadits Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Menakjubkan sekali urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan hal ini tidak terjadi kecuali pada seorang beriman, jika ia tertimpa sesuatu yang menyenangkan, maka ia bersyukur, maka hal ini terbaik baginya, dan jika ia tertimba sesuatu yang menyulitkan, maka ia bersabar,maka hal ini terbaik baginya (H.R. Muslim, no. 2999)

Sifat yang membuat seorang mukmin memiliki kebaikan dan mengalirnya pahala dari Allah adalah aplikasi dari iman itu sendiri berupa amal sholih, dua sifat dari bentuk amal sholih itu adalah rasa syukur atas karunia Allah dan sikap sabar atas musibah dan ujian dari Allah

Bersyukur atas karunia dan nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada kita

Diantara bentuk amal sholih yang utama adalah memiliki sifat rasa syukur kepada Allah atas karunia yang kita terima, yaitu berupa nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat keimanan dan keislaman yang tertanam dalah hati

Disaat wabah virus covid-19 yang merebak di negara kita, sifat rasa syukur senantiasa harus kita miliki, ini bukan berarti kita mensyukuri musibah yang melanda kita, akan tetapi kita wajib bersyukur atas kehidupan, atas kesehatan, dan yang paling utama adalah syukur atas keimanan yang masih Allah karuniakan kepada kita, karena hanya dengan syukur jiwa kita akan lapang dan juga sebagai wasilah hadirnya dan ditambahkannya karunia Allah, dalam surat Ibrahim ayat 7 Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Semoga kita tergolong orang yang pandai bersyukur atas karunia Allah, sehingga kita selalu mendapatkan tambahan dan limpahan karuniaNya

Bersabar atas musibah

Bersabar itu adalah menahan dan mengendalikan diri, sabar juga merupakan amal sholih dan jelmaan atas keimanan yang dimiliki seseorang, Ketika seseorang tidak memiliki rasa sabar yang kuat, bahkan tidak memiliki sifat sabar sama sekali, maka kehidupannya akan terasa sempit dan akan terus merasa pahit dalam menjalani kehidupannya. akan tetapi sebaliknya, sesempit apapun dan sebesar apapun msalah yang dihadapi seseorang, akan terasa lapang dan tanpa memiliki beban ketika di dalam hati dan jiwanya tedapat sifat sabar

Setiap hari kita disuguhkan informasi atas meningkanya korban yang terpapar covid-19, hanya orang yang memiliki kesabaran lah yang tawakal dan bergantung sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar pencegahan secara maksimal

New Normal yang digaungkan di seluruh dunia dan khususnya di Indonesia saat ini, harus kita maknai sebagai bentuk perbaikan pribadi pribadi muslim dengan memperbanyak amal sholih salah satuya menebalkan rasa syukur atas karunia Allah dan juga mengokohkan sifat sabar atas musibah, inilah newnormal yang sesungguhnya. in syaa Allah dengan dua sifat ini kita akan masuk kedalam peradaban yang baru dengan mengedepankan akhlakul karimah dari setiap pribadi pribadi Muslim

Wallahu a’lam

Ditulis : ustadz Indra Saepurahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bijak Memposting dan Berkomentar Di Media Sosial

Salam sahabat sekalian…. InfoBogorTimur.COM, Di zaman teknologi yang berkembang dengan pesat  seperti sekarang ini, kehidupan ...