Merasa Tak Dipedulikan, Ratusan Buruh Kecam PT Sunindo dan Disnakertrans Terkait Upah

Aksi Mogok Kerja GSBI

InfoBogorTimur.com – Perwakilan dari anggota Gabungan Serikat Buruh Indonesia PT. Sunindo Adipersada Cileungsi Kabupaten Bogor melakukan aksi mogok kerja selama 12 hari yang berakhir tanggal 31 Juli 2020 . Aksi mogok yang dikomandoi oleh Yuda cs ini, menyuarakan aspirasi buruh lainnya agar hak mereka dibayarkan.

” Mogok kerja ini terjadi karena sudah 4 bulan, yaitu sisa upah Maret, Upah April, Upah Mei, Upah Juni , Upah Juli serta Tunjangan Hari Raya tahun 2020 belum juga dibayarkan. Hingga hari ini tidak ada keseriusan dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah tersebut, ajakan berunding juga tidak dihiraukan, bahkan selama aksi para buruh tidak diijinkan memasuki kawasan pabrik, sehingga buruh bertahan diluar. Dan pada hari Kamis (31 Juli 2020) kemarin adalah batas akhir mogok kerja”, ujar pemuda asli Salatiga ini.

” Sedangkan di hari yang sama ada sejumlah pembayaran cicilan upah secara “sepihak” oleh perusahaan, tapi tetap saja masih jauh dari apa yang menjadi tuntutan para buruh. Pihak perusahaan hanya membayarkan upah Rp. 750.000-, untuk buruh yang “didalam” saja, sedangkan para buruh yang melakukan mogok kerja, diliburkan, ataupun yang mengundurkan diri tidak dibayar, ini merupakan tindakan balasan yang dilakukan perusahaan dengan cara yang tidak manusiawi dan sangat diskriminatif. Dalam UUK disebutkan bahwa “perlindungan terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin hak-hak dasar pekerja/buruh dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha”, sahutnya bersemangat

Perwakilan buruh juga menyoroti pihak Disnakertrans yang sampai hari ini tidak turun tangan dan terkesan acuh tak acuh. Mengingat sudah menjadi tugas dan tanggungjawabnya untuk menjamin dijalankannya aturan menurut peraturan perundangan yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, para buruh kembali layangkan surat pemberitahuan mogok kerja ke-2 kepada pihak perusahaan. Adapun aksi ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 12-31 Agustus 2020 mendatang. Disisi lain para buruh tengah melengkapi data maupun bukti-bukti atas dugaan pelanggaran PT. Sunindo Adipersada yang nantinya akan dilaporkan dan diserahkan langsung ke Kemnakertrans RI.

” Selain itu perusahaan ini memang sudah diperiksa oleh PPNS UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor, menurut UPTD bahwa PPNS sudah melakukan pemanggilan yang kedua tetapi baik panggilan pertama dan yang kedua tidak pernah direspon oleh pihak perusahaan PT. Sunindo Adipersada dan kasus inipun sekarang masih bergulir” , ujar Yuda, mengakhiri.

Terulang Kembali

Kejadian serupa, bukan pertama kali terjadi. Pada akhir tahun 2018 terjadi juga mogok kerja besar-besaran di PT Sunindo Adipersada karena upah sudah 2 bulan tidak dibayarkan. Sebelum-sebelumnya upah dicicil 2x pembayaran, padahal dalam perjanjian awal, upah dibayar per bulan.

Seminggu setelah mogok kerja, sebanyak 314 buruh yang melakukan mogok di PHK sepihak dan beberapa orang yang “berperan” penting di perusahaan, dipanggil satu per satu untuk ditanyakan kesediaannya masuk kembali ke perusahaan dengan catatan keluar dari serikat. Yuda salah satunya karena ia bekerja mengerjakan sampel (pekerjaan inti dari perusahaan boneka). Hanya dia yang mengerti pembuatan sampel untuk cetak boneka dan dijual ke buyer. Bulan Januari 2019 SK pencatatan serikat GSBI di PT Sunindo keluar dari Disnaker. Mereka bertemu dengan manajemen perusahaan dan memberitahukan hal tersebut. Yuda kembali di PHK dan dikatakan kalau masih mau bekerja di perusahaan tersebut harus masukkan pendaftaran baru lagi.

Selayang Pandang

PT. Sunindo Adipersada adalah perusahaan yang memproduksi boneka (toys) untuk pasaran Eropa, Amerika dan beberapa negara Asia lainnya, perusahaan ini berkedudukan di Kawasan Industri Bostinco Jalan Raya Narogong KM.22,5 Ds. Cileungsi Kidul Kec. Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat.

PT Sunindo Adipersada Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, (6/8) mendatang. Produsen boneka ini melepas 425 juta saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 dari setiap saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.

Bersamaan dengan penerbitan saham, perusahaan yang sudah berusia lebih dari 29 tahun itu juga menawarkan 170 juta Waran Seri I yang menyertai penawaran saham. Jumlah ini mewakili 16,83% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

One comment

  1. Di bawah umk sdh terjadi dr 2011 krn saya msk d tahun itu sdh ada penagguhan gaji.. tp penagguhan tdk di bayarkan setelah masa penagguhan berakhir… Dn itu terjadi sampai skrg… Umk kab bogor 4jt sdkn kn yg d byrkan 3jt.. sampai skrg..bahkan ada yg 2.8jt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Whatsapp Anda disadap? Tak usah bingung, begini prosedurnya

InfoBogorTimur.com –  Sahabat Botimers, aplikasi berbagi pesan milik Facebook yang paling populer di dunia yakni ...