Pancasila dan New Normal

Sudahkah (kita) jadi Manusia Pancasilais?

Oleh : Rudy Gani

Pancasila dan New Normal. Foto: Kompas

Hidup berdampingan dengan pandemic Covid-19 telah ditetapkan sebagai kebijakan oleh pemerintah, ditandai dengan beberapa kebijakan dari tingkat pusat hingga ke level terbawah, tingkat RT. Meskipun bahaya covid-19 ini masih ngeri-ngeri sedap, namun pilihan ini adalah langkah yang harus diambil oleh bangsa Indonesia.

Syukurnya, kebijakan ini tidak saja diadopsi Indonesia. Berdamai dengan Covid-19 juga telah dilakukan oleh beberapa Negara di dunia. Sebut saja misalnya China, sebagai Negara yang pertama kali terkena wabah mematikan ini. Lalu Korea Selatan, Francis, Inggris, Vietnam, Australia, Italia dan tentu saja Indonesia.

Meskipun pilihan berdamai yang dilakukan oleh Negara-negara itu bukanlah perkara yang mudah. Namun apa boleh buat. Saat ini, sebelum vaksin ditemukan. Berdamai dengan corona adalah solusi terbaiknya.Virus corona ini telah memberikan dampak yang sangat berat utamanya kepada perekonomiaan Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.  Sebuah riset yang dilakukan oleh Singapore University of Technology and Design ( SUTD) menunjukkan, wabah Covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 7 Oktober 2020. Walau Pemerintah sudah akan menunjukan gaungnya di bulan Juni 2020 ini.

Salah satu alasan berdamai itu ialah faktor ekonomi. Bagi negara-negara maju, melanjutkan roda perekonomiaan merupakan kemutlakan tanpa penawaran. Roda ekonomi dunia harus terus bergerak. Apalagi mayoritas Negara-negara yang terimbas itu menganut paham ekonomi terbuka ( kapitalisme). Sebab, ciri dari sebuah Negara yang menganut paham kapitalisme adalah pergerakan. Pergerakan barang serta perputaran uang ibarat agama dengan ritualnya.

Secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini. Apabila barang-barang tidak terdistribusi, maka produksi yang dilakukan secara massal mangkrak. Ketika barang-barang itu mangkrak maka pemasukan tidak ada. Itu artinya para pekerja yang bekerja tidak bisa mendapat bayaran.  Para bos-bos atau pemilik perusahaan tidak bisa mendapatkan gaji dan tunjangan. Itu artinya tidak ada cuan yang didapatkan. Imbasnya, kehidupan mereka terganggu dan membuat susah. Modal yang sudah dikeluarkan macet. Akibatnya pendapatan mereka jauh berkurang dan pada situasi tertentu menyebabkan kebangkrutan.

Secara makro pun rantai produksi “dipaksa” berhenti. Pembelian bahan baku dari industry besar akibat Covid-19 menjadi terhenti. Imbasnya pasar menjadi lesu karena minimnya transaksi pembeliaan atas barang-barang produksi. Negara dan industry diambang kebangkrutan. Hal ini ditandai oleh prediksi beberapa lembaga dunia, dari Mulai World  Bank, IMF hingga beberapa negara rating  kredit mempredikti perlambatan ekonomi.

Berangkat dari gambaran itulah maka kemudian Negara-negara kaya yang bertopang pada industrilisasi mengambil pilihan berdamai dengan corona. Sebab efek corona tidak hanya menyangkut persoalan kesehatan. Dampak yang ditimbulkan corona bahkan lebih luas dan lebih dalam pada perekonomiaan suatu negara. Dengan adanya perdamaiaan antara manusia dengan virus corona, maka diharapkan proses produksi dan normalnya ekonomi kembali seperti semula.  Hal ini bisa dilihat pada rapor ekonomi tiap negara, yang masih setia dengan “ zona merah”.Lalu,

bagaimana dengan posisi Indonesia sendiri?

Sebagai Negara yang besar baik dari sisi geografis serta sdm nya, pemerintah Indonesia mau tak mau harus menyesuaikan kebijakannya dengan Negara-negara lain.Pilihan untuk berdamai dengan corona adalah langkah yang ekstrem sebagai wujud keberlanjutan kehidupan. Sebab jika tidak dilakukan kebijakan berdamai dengan corona, maka yang terjadilah adalah stagnasi dalam segala bidang.

Dalam konteks ekonomi misalnya. Defisit anggaran Negara akan terjadi. Perputaran ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat terhenti. Barang-barang produksi tidak laku terjual. Rantai ekonomi menjadi terhambat. Ujungnya krisis ekonomi yang lebih dahsyat segera terjadi. Puncaknya, dikhawatirkan akan terjadi krisis politik yang malah menyebabkan Indonesia terpuruk pada krisis yang semakin dalam. Maka dari itu, kehadiran Pancasila sebagai pedoman serta pandangan hidup manusia Indonesia saat ini menjadi relevan adanya.

Peringatan hari Pancasila tahun ini harus dimaknai sebagai sebuah kebangkitan menjaga keutuhan NKRI dari upaya adu domba dan konflik yang saat ini rentan terjadi.Hadirnya Pancasila ketengah masyarakat merupakan penguat identitas agar kita sebagai manusia Indonesia saling menjaga keutuhan NKRI dalam kondisi apapun. Sebab, jangan mengaku Pancasila jika pada pikirannya masih ada rasa culas untuk memanfaatkan situasi pandemic ini. Mereka yang berpikiran culas hingga rent seeker bukanlah manusia Pancasilais yang mengambil keuntungan dalam situasi krisis corona.

Mereka yang egois bukanlah manusia Pancasila yang acuh pada social distancing dan physical distancing. Mereka yang nyinyir bukanlah manusia Pancasila dimana pekerjaan utamanya adalah menjelek-jelekkan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik di pusat dan daerah. Dan beragam sikap dan pandangan negatif lainnya yang hadir dimasa pendemik ini, bukanlah cermin manusia yang mengaku Pancasilais.

Menjadi manusia yang Pancasila bangets adalah mereka yang semangat dan tetap percaya bahwa badai ini bisa kita lalui. Manusia yang tetap produktif di bidangnya masing-masing. Dan terpenting manusia yang mencintai Indonesia tanpa tendensi apapun, kecuali untuk kebangkitan bangsa dan negaranya.

Peringatan Hari Pancasila di tengah pandemic corona yang membuat kita semua menderita perlu diberikan pemaknaan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang seolah-olah tak memiliki pandangan hidup sehingga berperilaku barbar dan anarkis lalu memanfaatkan pandemic ini untuk mengambil keuntungan.

Karena jika itu yang dilakukan, maka tak ubahnya orang yang seperti itu hidup pada zaman batu dan tak pantas mengakui dirinya manusia Pancasila. Naudzubillah. Selamat Hari lahir Pancasila 2020, dalam tindakan melalui Gotong Royong menuju Indonesia Maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bijak Memposting dan Berkomentar Di Media Sosial

Salam sahabat sekalian…. InfoBogorTimur.COM, Di zaman teknologi yang berkembang dengan pesat  seperti sekarang ini, kehidupan ...