Sebuah Fenomena : “The Power of Orang Dalam “

                         Usaha, Doa dan orang dalam

InfoBogorTimur.com – “ Musim bisa berganti, tapi kok nasib saya masih gini-gini aja”, ujar Joni seorang pencari kerja ( bukan nama sebenarnya). Di kondisi seperti ini, apalagi pandemi Covid-19 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar, mencari pekerjaan menjadi “tantangan” tersendiri, apalagi yang diharapkan adalah sesuai dengan tingkat pendidikan dan keahlian yang kita miliki.

Fakta terbaru, Pada tahun 2020 ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasiona memperkirakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menyentuh 8,1 hingga 9,2% melompat dari posisi 2019 yang berkisar 5,28%. Bappenas menargetkan pada 2021 TPT akan ditahan di kisaran 7,7-9,1%. Sebagai perbandingan, TPT 9,1% pernah dicapai pada 2007 dengan jumlah penganggur 10 juta orang.

Hal ini membuat kita dihadapkan pada  banyak saingannya di pasar tenaga kerja, terutama kompetitor dengan label orang “dalam” alias orang yang sudah bekerja terlebih dulu di perusahaan itu dan mempunyai jabatan tertentu, sehingga bisa ada referal untuk yang lain bisa bekerja.Biasanya kalau jabatannya sudah tinggi, pasti akan lebih mudah “memasukkan” orang lain yang dianggap saudaranya untuk bekerja di perusahaannya, walaupun sebenarnya perusahaan ini bukan miliknya.

Beberapa kasus, yang terjadi adalah  mengikuti prosedur dan tata cara yang berlaku di perusahaan, misalnya mengiriman lamaran pekerjaan, mengikuti tahapan tes ( psikologi, TPA dan kesehatan) serta tes wawancara. Namun, sayangnya hal ini lebih banyak hanya sebagai “settingan” saja karena untuk kelengkapan data mereka, sebagai berkas administratif. Meskipun ada yang memang benar-benar dilakukan, si “orang dalam” ini hanya membantu sebatas memasukkan surat lamaran kerja supaya benar-benar masuk ke bagian personalia/HRD agar tidak menumpuk dengan surat lamaran kerja lainnya.

Orang yang diterima karena adanya orang dalam juga dibeberapa kasus tanpa mengikuti serangkaian tes dan prosedur yang berlaku, atau sudah mengikuti tes tapi tidak lulus, kemudian dipaksakan saja untuk diterima karena dia “bawaan” si orang dalam yang punya jabatan, dia akan kebingungan dan bekerja asal jadi saja, karena tidak ada usaha dalam prosesnya. Meskipun sebenarnya dia menjatuhkan namanya sendiri dan “orang dalam” itu. Tapi teman-temannya akan menutupi karena dia adalah bawaan atasannya. Ya… Walaupun pasti ada omongan di belakang nggak bisa kerja kok diterima, mentang-mentang bawaan si Pak xx…. (manager atau apalah).

Lain lagi, kalau ada pekerja bawaan “orang dalam” yang memang benar-benar dites dan memang lulus dari tes tersebut, maka dia akan benar-benar bekerja dan dapat mengikuti prosedur pekerjaan yang berlaku. Orang seperti ini akan membuat nama baik si “orang dalam” menjadi lebih baik, meskipun sebenarnya dia berhasil karena kemampuannya.

InfoBogorTimur mengklasifikasikan Jenis Orang Dalam ke Beberapa Jenis, yaitu:

  1. Orang Dalemnya adalah Orang Tua

Jelas, salah satu golongan orang dalem yang levelnya ekstrim kelas kakap, tentu saja berasal dari orang tua dengan jabatan yang sudah tinggi mulai dari sekelas manager atau sekelas direktur utama suatu perusahaan. Kalau sudah orang dalemnya semacam ini, ya, si anak/si pencari kerja tinggal masuk langsung ke perusahaan tersebut. Suwer dah, asiik bener. Semua terasa mudah bukan J.

  1. Orang Dalemnya Adalah Orang Terdekat

Tipikal orang dalem kedua, tentu berasal dari orang terdekat seperti saudara, sepupu, ponakan, atau teman baik keluarga kita yang menjabat sebagai manager atau mungkin dirut di suatu perusahaan. Anak yang berasal dari keluarga dengan lingkup ‘orang terdekat’nya begini nih, yang juga bakal mulus aja gitu ketika nanti nyari kerja. Karena pakai jalur VVIP.

  1. Orang Dalem Adalah Rekan Terdahulu

Tipikal orang dalem ketiga, tentu tidak jauh dari orang-orang proyek, entah itu selevel supervisor, superattendant, dan juga manager. Biasanya, orang-orang ini akan memanggil beberapa rekan atau bawahannya di proyek-proyek sebelumnya atau sudah tau track record sebelumnya. Maka, beruntunglah kalian para orang yang punya kenalan baik dahulu, dan sekarang sudah menjabat sebagai manager atau atasnya lagi di proyek. Ada effort atau usaha lah untuk tipikal yang ketiga ini.

  1. Orang Dalem Adalah Pihak Ketiga.

Tipikal Orang Dalem yang keeempat, bisa dibilang adalah orang ketiga, yang mana di sini termasuk anak/adik dari seorang manager atau orang penting di proyek, kemudian diminta untuk menyebarkan informasi lowongan ke rekan kuliah/kakak angkatannya. Jadi mendapatkan informasi yang lebih cepat dibanding yang lain.

 

Terlepas dari semuanya, InfoBogorTimur punya tips untuk anda semua ( terutama para pencari kerja):

  1. Jangan menyerah jika belum dapat pekerjaan, terus coba sampai mentok, karena Tuhan tidak akan menguji kadar kemampuanmu, kecuali dosen pembimbing *eh
  2. Buat CV dan Surat Lamaran pekerjaanmu semenarik mungkin, agar tidak umum seperti pencaker lain sehingga bisa menampilkan kemampuanmu semaksimal mungkin;
  3. Jangan memilih pekerjaan, apalagi jika memang kamu belum terampil di bidangnya ;
  4. Berdoa dan berusaha, ulangi dari awal.

Tidak ada kesuksesan yang instant sahabat Botimers, karena perjuangan selalu ada keringat, tenaga, air mata dan doa. Kalo tidak mengalaminya, bisa jadi kamu masih di tahap awal, dinamakan pendaftaran, bukan perjuangan. Mie Instan aja perlu 5 menit, masa kamu gak malu sama mie instan. Kalo masih belum dapet juga, bisa jadi kamu memang gak cocok kerja, alias cocok jadi pengusaha. Semangat Sahabat Botimers!!

 

Sumber: dari berbagai sumber ( Kompasiana, febridwicahya.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

3 Hal Penting yang Perlu Dilakukan saat Berkunjung ke Mal

InfoBogorTimur.COM, Wow, era Adaptasi Kehidupan Baru disambut positif oleh berbagai kalangan. Salah satunya para pengusaha ...