Temui Kopi Khas Kecamatan Sukamakmur Bogor

Ilustrasi Pecinta Kopi Sukamakmur.

InfoBogorTimur.COM, Tahukah sahabat botimers luasnya wilayah Kabupaten Bogor dari ujung timur dan hingga barat terbentang luas kawasan hijau nan asri, ada info menarik bagi pecinta kopi. Ternyata salah satu yang wajib anda kunjungi ialah daerah penghasil kopi dari kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor yang berada di Desa Sukawangi.

Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur diketinggian sekitar 1200 mdpl. Desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.500 kepala keluarga itu memiliki perkebunan kopi yang cukup luas yaitu sebesar 544 ha dari total 1.700 ha luas Desa Sukawangi. Berdasarkan informasi, masing-masing petani memiliki lahan perkebunan kopi seluas minimal satu ha. Dalam setahun, para petani tersebut mampu menghasilkan satu ton biji kopi/ha.

Dikutip salah satu blogger ervinasp, ia menceritakan sewaktu mengunjungi Desa Sukawangi, ia sempat bertanya kepada salah satu petugas, mengapa kopi hanya ditumbuhkan di dataran tinggi saja. Menurutnya selain karena faktor agorekosistem lokal yang memberikan cita rasa tersendiri jika ditanam di dataran tinggi, juga karena tanaman kopi membutuhkan jarak tanam yang cukup luas sehingga apabila ditanam di dataran rendah akan memakan luasan. Sementara di dataran rendah umumnya ditanami tanaman seperti padi, palawija, dan sayuran sehingga membuat tanaman kopi lebih banyak ditanam di dataran tinggi.

Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur. Foto: evrinasp.com

Pada kesempatan tersebut, ia sempat mewawancari salah satu petani Kopi Bogor yang ada di Desa Sukawangi. Kedua petani tersebut juga merangkap sebagai ketua kelompok yang terus mengajak anggotanya untuk menerapkan budidaya tanaman kopi sesuai dengan anjuran agar Kopi Bogor yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Bapak Ali yang ia temui waktu berkunjung tahun 2018 lalu adalah Ketua kelompok tani Catang Malang Agung Perkasa yang beranggotakan 30 orang dengan luas lahan garapan kelompok adalah 48 ha. Sebanyak 99% petani di kelompok tersebut menghasilkan kopi robusta yang memang banyak peminatnya. Proses yang dilakukan Bapak Ali dalam pasca panen kopi adalah natural, honey, semi wash dan full wash. Untuk proses pasca panennya tidak akan dijelaskan di sini ya karena perlu pendalaman lebih lanjut.

Kopi khas Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Bogor. Foto: Koleksi evrinasp.com

Ia mengatakan kopi robusta Bogor cukup banyak permintaannya, akan tetapi kapasitasnya belum terpenuhi karena memang produksinya dari kelompok tani Catang Malang Agung Perkasa belum banyak. Dari sekian anggota yang tergabung dalam kelompok, hanya sekitar 10-15% saja yang sudah menerapkan SOP untuk menghasilkan biji kopi berkualitas. Bapak Ali, selaku ketua kelompok memiliki cita-cita dalam 2-3 tahun kedepan, sekitar 50% anggota kelompok taninya sudah menerapkan budidaya yang sesuai dengan SOP. Dengan begitu, permintaan biji kopi berkualitas dapat terpenuhi.

Dalam ceritanya ervina telah mencoba jenis Kopi Bogor tersebut dan rasanya memang beda. Lebih harum, ringan ketika masuk ke dalam perut, dan membuat saya ingin meminumnya lagi. Dari informasinya ia menjelaskan bahwa kopi asal Kecamatan Sukamakmur, Cariu, dan Tanjungsari telah melalui penilaian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember. Untuk kopi Sukamakmur, mendapat nilai yang memuaskan yaitu 82,75 dengan catatan cita rasa acidy, caramelly, spicy dan chocolat. Sedangkan, kopi Tanjungsari mendapat skor 80,175 dengan catatan cita rasa, nutty, soy bean, caramelly, mild dan rather.

 

Bagian sumber: Blogger evrinasp

 

2 comments

  1. Halo redaksi, mohon maaf ada keliruan pemasangan sumber, yang benar evrinasp.com bukan ervina, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ilustrasi Vaksin Corona. Foto: tempo.co

Belum Maksimal Vaksin Corona Sudah Banjir Pesanan

InfoBogorTimur.COM, Skenario berakhirnya pandemi corona di seluruh dunia mengharapkan penemuan obat, vaksin dan herd immunity ...