Uang Palsu Beredar Di Bogor, Masyarakat Dihimbau Waspada

Uang Palsu Bogor

Ilustrasi Uang Palsu di Bogor. Foto: okezone

InfoBogorTimur.COM, Peredaran uang palsu hingga ratusan juta rupiah di Bogor perlu diwaspadai. Kabarnya uang palsu yang beredar tingkat kemiripannya hampir mendekati uang asli. Warga Bogor pun diminta untuk berhati-hati dan lebih teliti membedakan uang asli dengan uang palsu.

Sebelumnya pengungkapan ini bermula saat personil kepolisian mendapatkan sebuah laporan bahwa, ada warga masyarakat yang merasakan kejanggalan dari uang yang diterima dari seseorang pembeli yang belum dikenal.

Setelah dicek diketahui bahwa uang yang diterima tersebut merupakan uang palsu.

Atas adanya informasi tersebut tim dari jajaran Sat Reskrim Polres Bogor melakukan penelusuran penyelidikan hingga ke wilayah Tangerang Provinsi Banten.

Sementara itu, kepolisian setempat baru saja menangkap tujuh orang pelaku jaringan tindak kriminal tersebut.

“Alhamdulillah, kami telah berhasil mengungkap jaringan kasus peredaran uang palsu dengan menangkap 7 orang Tersangka dan barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan berupa pecahan Rp.100.000 sebanyak Rp.357.900.000, uang palsu pecahan $100 sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang $, 1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang, bahan-bahan pewarna buat upal”, ungkap Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy melalui keterangan tertulis Humas Polres Bogor, Rabu, 8 Juli 2020.

AKBP Roland mengatakan perbedaan uang palsu yang beredar hampir mirip dan sulit dibedakan “Tingkat kemiripannya 80 persen dari uang asli,” ujarnya.

Sementara itu, pabrik uang palsunya sendiri berada di Pabuaran Kota Tangerang.

“Ya, diproduksi di Pabuaran Kota Tangerang,” kata kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy kepada radarbogor.id Rabu (8/7/2020).

Bahkan para pelaku menjual uang palsu tersebut dengan 2 banding 1.”Pelaku menjual dengan harga Rp2.500.000 untuk mendapatkanRp5.000.000,” papar Kapolres.

Adapun para pelaku jaringan uang palsu yang ditangkap antara lain AKR (50), R S alias C (43), RF (48), DS (34), SP (51) , ESR (47),  dan NPN (55).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 244 dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau 245 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP (untuk mata uang asing), dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Serta Pasal 36 ayat (1,2,3), pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata uang juncto 55 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebagian Sumber: radarbogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ilustrasi Vaksin Corona. Foto: tempo.co

Belum Maksimal Vaksin Corona Sudah Banjir Pesanan

InfoBogorTimur.COM, Skenario berakhirnya pandemi corona di seluruh dunia mengharapkan penemuan obat, vaksin dan herd immunity ...