Universitas Pakuan Bogor lakukan Pemberdayaan Perempuan dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Cibinong

INFOBOGORTIMUR.com – Setiap hari persoalan sampah semakin berdampak negatif terhadap kehidupan. Upaya pencegahan sampai pengendalian, dan penanganan sampah telah diluncurkan oleh pemerintah tetapi persoalan sampah seakan tidak ada hentinya. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sampah yang dihasilkan sehari adalah 0,7kg per orang. Sehingga dalam sehari dapat diasumsikan sampah yang disumbang adalah 175.000 ton secara nasional atau setara 64 ton setahun. Dari timbulan sampah ini 50% berasal dari sampah organik yaitu sisa makanan dan sisa tumbuhan dan 15% sampah plastik. Sedangkan jika dilihat dari sumbernya sampah ini dominan berasal dari rumah tangga 48%, pasar tradisional 24%, dan kawasan komersial 9%.

Besarnya sumbangan sampah dari rumah tangga menjadi salah satu pemicu diluncurkannya Gerakan Memilah Sampah dari Rumah pada tanggal 15 September 2019 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah memiliki program penghargaan lingkungan yaitu Bogor Kabupatenku Green and Clean (BKGC). Program ini difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penataan lingkungan, sanitasi lingkungan, dan pelaku lingkungan. Meski beberapa daerah di Kabupaten Bogor telah memenangkan penghargaan tahunan ini, pada kenyataannya masih banyak desa atau kampung yang masih belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Bahkan Pemerintah Kabupaten Bogor masih menghadapi masalah dengan pengelolaan sampah. Kampung Sampora yang terletak di Kelurahan Cibinong merupakan salah satu kampung yang turut berpartisipasi dalam program BKGC Kabupaten Bogor. Kampung Sampora bahkan telah membentuk Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang kegiatannya difokuskan pada pengelolaan sampah, penataan lingkungan bantaran kali, dan penghijauan. Saat ini, KRL di Kampung Sampora, meski telah dibentuk dari bulan Februari 2019 lalu, belum sepenuhnya berjalan dengan baik dikarenakan berbagai kendala. Masalah pertama adalah belum dipahaminya dasar pengelolaan sampah yang diawali dengan sampah dipilah dari rumah, kedua belum adanya pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah menjadi produk yang bermanfaat, ketiga kurangnya peralatan untuk pengelolaan dan pemanfaatan sampah, penataan lingkungan dan penghijauan. Dan terakhir adalah belum terbentuknya lembaga penyalur hasil pengelolaan dan pengendalian sampah seperti bank sampah.

Berdasarkan kondisi ini, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pakuan dilakukan untuk memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap warga masyarakat Kampung Sampora Kelurahan Cibinong, khususnya ibu rumah tangga, sebagai perempuan yang beraktifitas di rumah, mengenai pengelolaan sampah dari rumah. Kenapa rumah, karena sebagian besar sampah bersumber dari rumah. Kemudian dipilih ibu rumah tangga, karena yang paling banyak berperan dalam mengatur rumah tangga adalah ibu. Sehingga solusi yang ditawarkan pertama adalah adanya sharing ilmu mengenai cara pemilahan sampah rumah tangga. Penyuluhan ini dilakukan pada hari senin, tanggal 20 juli 2020 dan bertempat di Majelis Taklim Kampung Sampora, Kelurahan Cibinong, Kabupaten Bogor. Pelatihan telah terlaksana dengan baik dan lancar, dihadiri oleh Bapak Lurah Kampung Sampora yaitu Bapak Sugiyanto, S.Sos serta ibu-ibu PKK RW. 03 dan RW. 04 yang berjumlah + 20 orang. Dalam penyuluhan ini tim mendatangkan narasumber yaitu Ibu Enok Rusmanah, SE., M.Acc.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan tentang Pemilahan Sampah Dari Rumah

Dalam Pelatihan ini peserta diperkenalkan dengan sistem baru untuk pengelolaan sampah rumah yaitu pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.  Untuk sampah organik dapat dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik dapat diperlakukan 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle, atau ditabung di bank sampah. Sementara sampah yang sudah tidak dapat dikelola dapat dibuang ke TPA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 Kegiatan Pembersihan Botol dan Barang Bekas

Metode yang diterapkan adalah melalui kombinasi tutorial dan praktek langsung,  Tahap awal kegiatan mengulas perihal jenis dan kategori sampah organik dan an-organik. Teknik berikutnya praktek pemilahan sampah jenis organik dan an-organik yang sudah dikenali peserta melalui tutorial.

Kedua sharing ilmu mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah dengan berbasis 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Pelatihan telah dilaksanakan dengan baik pada tanggal 23 Juli 2020, hari kamis, pukul 10.00 Wib yang dihadiri oleh peserta + 20 orang, denga narasumber yaitu Ibu Kelik selaku Satgas Lingkungan Hidup. Pelatihan ini menjelaskan berbagai jenis sampah an-organik hasil pemilahan pada kegiatan pertama, yang masih memungkinkan untuk dimanfaatkan dan memiliki potensi ekonomis tambahan bagi rumah tangga peserta. Tahap berikutnya mengulas bagaimana teknis pemanfaatkan dan pendaur-ulangan sampah an-organik yang masih dapat digunakan, dan teknis pemanfaatan hasil daur ulang tersebut menjadi barang yang bernilai ekonomis. Dalam pelatihan ini tim mendatangkan narasumber yaitu Ibu Kelik sebagai Ketua Satgas Lingkungan Hidup Kabupaten Cibinong.

 

Pelatihan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah dengan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Penyuluhan tentang Pemilahan Sampah Dari Rumah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pelatihan ini ibu-ibu diperkenalkan alat untuk membuat kompos yang disebut komposter.  cara pembuatan komposter sederhana yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga di rumah. Proses pembuatan komposter sampah rumah, diperlukan terlebih dahulu pemilahan sampah. Setelah sampah dipilah menjadi organik, anorganik, dan residu, sampah organik siap untuk diolah lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat lain, salah satunya adalah dibuat kompos.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan terakhir yaitu sharing mengenai pembentukan bank sampah sebagai wadah untuk menampung hasil dari pemilahan dan pengelolaan sampah. Sharing mengenai pembentukan bank sampah sebagai wadah untuk menampung hasil dari pemilahan dan pengelolaan sampah. Kampung Sampora belum mempunyai Bank Sampah sendiri, saat ini untuk menampung hasil dari pemilahan dan pengelolaan sampah ditampung di Bank Sampah Kabupaten Cibinong dengan Ibu Kelik sebagai Ketua Satgas Lingkungan Hidup Kabupaten Cibinong. Sedangkan untuk peningkatan pengetahuan dan pendampingan penataan lingkungan dan penghijauan lingkungan termasuk lingkungan adiwiyata akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Alhamdulillah, Harga Vaksin Covid 19 kisaran Rp 200.000

INFOBOGORTIMUR.com – Dilansir dari Kompas, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memastikan harga ...